Iklan

Trending Today

Love Journey Part 10 Peredam Konflik

Ilustrasi

Setelah memutuskan untuk pisah ranjang, Bowo dan Ratna merasakan kehampaan yang mendalam di dalam rumah mereka. Ruangan yang sebelumnya penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa sunyi dan hampa. Mereka berdua merasa seperti mereka kehilangan arah dalam hubungan mereka, dan tak satu pun dari mereka tahu bagaimana cara memperbaiki keadaan ini.

Hari-hari berlalu dengan lambat, diisi dengan keheningan yang tegang di antara mereka. Bowo dan Ratna berusaha untuk menjalani kehidupan sehari-hari mereka seolah-olah tidak ada yang berubah, tetapi setiap detik terasa seperti beban yang terlalu berat untuk mereka pikul.

Pada suatu malam, ketika mereka duduk di meja makan yang sepi, suasana tegang di ruangan itu hampir tak tertahankan. Keduanya merasa seperti mereka perlu berbicara, tetapi kata-kata terasa terjebak di tenggorokan mereka.

Akhirnya, Ratna memutuskan untuk memecah keheningan. "Bowo, kita harus bicara."

Bowo mengangguk setuju, meskipun dia merasa gelisah dengan pembicaraan yang akan datang. "Ya, Sayang. Apa yang kamu pikirkan?"

Ratna menatap suaminya dengan tatapan yang penuh dengan kekhawatiran. "Aku tahu kita berdua merasa terjebak dalam situasi yang sulit ini, tetapi kita tidak bisa terus mengabaikannya. Kita harus menemukan jalan keluar bersama-sama."

Bowo merasa lega mendengar kata-kata itu. "Aku setuju, Ratna. Aku juga merasa seperti kita telah terjebak dalam lingkaran setan ini. Tapi aku tidak tahu apa yang harus kita lakukan."

Ratna menggenggam tangan suaminya dengan erat. "Kita harus mencoba mencari bantuan. Mungkin kita perlu berkonsultasi dengan seorang terapis atau konselor untuk membantu kita memahami perasaan kita dan menemukan solusi untuk masalah kita."

Bowo mengangguk setuju. "Ya, mungkin itu memang yang terbaik untuk kita. Kita tidak boleh menyerah begitu saja, Sayang. Kita harus berusaha keras untuk memperbaiki hubungan kita."

Mereka berdua merasakan sedikit kelegaan karena mereka telah membuat keputusan untuk mencoba mencari bantuan. Meskipun jalan yang akan mereka tempuh masih terasa panjang dan sulit, setidaknya mereka tidak sendirian. Mereka memiliki satu sama lain, dan mereka berdua siap untuk melakukan apa pun untuk memperbaiki hubungan mereka.

Setelah menghabiskan malam yang berat, Bowo dan Ratna akhirnya pergi tidur dengan sedikit harapan di hati mereka. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka masih jauh dari selesai, tetapi setidaknya mereka telah mengambil langkah pertama menuju pemulihan.

Hari-hari berikutnya diisi dengan pencarian untuk mencari terapis atau konselor yang tepat untuk membantu mereka. Mereka merasa sedikit lebih optimis karena mereka merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam perjalanan mereka untuk memperbaiki hubungan mereka.

Setelah beberapa minggu, mereka akhirnya menemukan seorang terapis yang mereka rasa cocok untuk mereka berdua. Mereka mulai menjalani sesi terapi secara teratur, membahas masalah-masalah yang telah mengganggu hubungan mereka dan mencari solusi bersama-sama.

Setiap sesi terapi membantu Bowo dan Ratna untuk memahami perasaan mereka dan komunikasi yang lebih baik satu sama lain. Mereka belajar bagaimana mengungkapkan kekhawatiran dan keinginan mereka dengan jujur dan terbuka, tanpa takut akan penilaian atau reaksi yang negatif.

Perlahan tapi pasti, hubungan mereka mulai pulih. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain daripada sebelumnya, dan kepercayaan mereka satu sama lain tumbuh lebih kuat setiap hari.

Akhirnya, setelah beberapa bulan terapi, Bowo dan Ratna merasa siap untuk mengambil langkah selanjutnya dalam perjalanan mereka. Mereka memutuskan untuk kembali bersatu sebagai pasangan dan berkomitmen untuk terus bekerja sama untuk menjaga keharmonisan hubungan mereka.

Pada suatu malam yang indah di teras rumah mereka, Bowo dan Ratna duduk berdampingan di bawah langit yang berbintang. Mereka memandang satu sama lain dengan penuh cinta dan rasa syukur karena mereka telah melewati ujian yang sulit ini bersama-sama.

"Terima kasih, Sayang, karena tidak pernah menyerah pada kita," kata Bowo dengan suara yang penuh dengan rasa syukur.

Ratna tersenyum dan mencium bibir suaminya dengan lembut. "Aku mencintaimu, Bowo. Kita telah melewati begitu banyak bersama-sama, dan aku tidak akan pernah berhenti bersyukur memiliki kamu di hidupku."

Mereka merangkul satu sama lain dengan erat, merasa bahagia dan bersyukur atas cinta yang mereka miliki satu sama lain. Mereka tahu bahwa mereka telah melewati badai yang hebat, dan kini mereka siap untuk menghadapi masa depan bersama-sama, dengan cinta dan kebahagiaan yang tak tergoyahkan.

0 Comments

Dapatkan Update Pilihan dan Terbaru Setiap hari dari Ratna Susanti. Temukan kami di Google News, caranya klik DI SINI

© Copyright 2024 - Dwi Ratna Susanti All Right Reserved