Iklan

News Post

Perlawanan Palestina terhadap Israel

PERLAWANAN PALESTINA TERHADAP ISRAEL 



Palestina telah mengadopsi berbagai strategi untuk bertahan melawan Israel selama konflik yang berlangsung. Beberapa cara yang telah ditempuh oleh Palestina antara lain:

1. Perlawanan Bersenjata

 Kelompok-kelompok seperti Hamas dan Jihad Islam menggunakan taktik perlawanan bersenjata untuk melawan pendudukan Israel.

2. Intifada

Pemberontakan rakyat Palestina, seperti Intifada Pertama dan Kedua, adalah bentuk perlawanan massa yang melibatkan protes, mogok, dan konfrontasi dengan pasukan Israel.

3. Diplomasi Internasional


Palestina mencari dukungan internasional dan mengajukan isu-isu mereka di forum-forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan.

4. Boikot dan Sanksi

Beberapa pihak di Palestina menganjurkan kampanye boikot ekonomi terhadap Israel serta mendesak negara-negara dan perusahaan untuk memboikot produk-produk Israel.

5. Pendidikan dan Kebudayaan 

Palestina menekankan peran pendidikan dan kebudayaan sebagai alat untuk mempertahankan identitas dan melestarikan warisan mereka.

6. Hukum Internasional


Palestina memperjuangkan hak-haknya di bawah hukum internasional, termasuk tuntutan terhadap pembangunan permukiman Israel dan pembatasan pergerakan di pengadilan internasional.

7. Kerjasama Regional

 Palestina mencari dukungan dari negara-negara Arab dan organisasi regional untuk memperkuat posisi mereka dalam konflik.
Meskipun telah mengambil berbagai langkah ini, konflik antara Israel dan Palestina tetap kompleks dan belum menemui solusi yang memuaskan untuk kedua belah pihak.
BACA JUGA - Sejarah konflik palestina

Selain Hamas, beberapa kelompok pejuang Palestina 

yang aktif antara lain:

1. Jihad Islam Palestina


 Kelompok ini memiliki agenda serupa dengan Hamas, fokus pada perlawanan bersenjata dan mendukung pembentukan negara Palestina.

2. Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP)


Sebuah kelompok Marxis yang didirikan pada 1969, DFLP berkomitmen untuk pembebasan nasional Palestina melalui perlawanan bersenjata dan revolusi sosial.

3. Front Popular untuk Pembebasan Palestina (PFLP)


 Sebuah kelompok sayap kiri yang muncul pada 1967, PFLP menekankan perlawanan bersenjata dan menentang solusi dua negara.

4. Front Pembebasan Palestina (PFLP-GC)


Didirikan oleh Ahmed Jibril pada 1968, kelompok ini terlibat dalam perlawanan bersenjata dan sering kali dianggap sebagai kelompok yang lebih radikal.

5. Fatah


Awalnya merupakan gerakan pembebasan Palestina yang didirikan oleh Yasser Arafat pada 1959, Fatah kemudian berkembang menjadi partai politik dan merupakan bagian dari Otoritas Palestina.

6. Angkatan Bersenjata Islam (IAF) 


Merupakan sayap bersenjata dari Jihad Islam Palestina, fokus pada perlawanan bersenjata dan aktivitas terorisme.
Penting untuk dicatat bahwa pendekatan dan tujuan setiap kelompok dapat bervariasi, dan kondisi di lapangan dapat berubah seiring waktu.
Perlawanan terbesar Palestina melawan Israel dapat dilihat dalam beberapa periode signifikan, terutama selama intifada atau pemberontakan rakyat.

 Dua intifada yang paling mencolok adalah:


1. Intifada Pertama (1987-1993) 


Pemberontakan rakyat Palestina yang melibatkan protes massal, mogok, dan bentuk perlawanan lainnya terhadap pendudukan Israel. Intifada ini menjadi simbol perlawanan rakyat yang luas.

2. Intifada Kedua (2000-2005)


 Dimulai setelah kunjungan kontroversial Ariel Sharon ke Tempat Suci di Yerusalem. Intifada Kedua melibatkan serangkaian serangan terorisme, serangan bunuh diri, dan konfrontasi bersenjata antara pasukan Israel dan pejuang Palestina.
Perlawanan tersebut mencakup berbagai taktik, mulai dari perlawanan bersenjata hingga perlawanan non-kekerasan. Pilihan "terbesar" dapat bervariasi tergantung pada konteks dan perspektif tertentu.
Sebelum dijajah oleh berbagai kekaisaran dan sebelum pembentukan negara Israel, wilayah Palestina merupakan daerah yang memiliki keberagaman budaya dan sejarah panjang. 

Beberapa wilayah di Palestina meliputi:


1. Yerusalem
 Sebagai kota suci bagi tiga agama monoteis utama - Islam, Kristen, dan Yahudi - Yerusalem memiliki nilai spiritual dan sejarah yang mendalam.
2. Tepi Barat
 Termasuk daerah seperti Bethlehem, Ramallah, Hebron, dan Nablus, wilayah ini memiliki situs-situs sejarah dan keagamaan yang penting.
3. Jalur Gaza
 Sebuah jalur pantai di sepanjang Laut Tengah, Jalur Gaza juga memiliki warisan sejarah dan kebudayaan yang kaya.
4.Dataran Tinggi Golan
 Wilayah ini terletak di perbatasan utara dan sebelumnya dikuasai oleh Suriah sebelum direbut oleh Israel selama Perang Enam Hari pada tahun 1967.

Seiring berjalannya waktu dan dengan konflik Israel-Palestina, perubahan batas dan penguasaan wilayah telah terjadi, menciptakan dinamika geopolitik yang kompleks.

0 Comments


Dapatkan update berita pilihan dan berita terbaru setiap hari dari D&B. Temukan kami di Google Berita, caranya klik DI SINI

© Copyright 2023 - Blog Novel dan Artikel lainnya