Iklan

Trending Today

Berikut ini Adalah Tokoh Palestina yang Cukup Berpengaruh dan Ikut Berperang


Sejumlah pejuang Palestina yang terkenal sepanjang sejarah.
Tokoh tokoh paling berpengaruh dipalestina ini juga ikut berperan dalam  perjuangan kemeredekaan palestina. 

Nama  tokoh tokoh berpengaruh di palestina .
Berikut ini adalah nama tokoh tkoh yang berpengaruh dan ikut memperjuangkan kemerdekaan untuk negara tercinta mereka, palestina.

1. Yasser Arafat

Pendiri dan pemimpin Gerakan Pembebasan Palestina (Fatah), juga menjadi pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Arafat memainkan peran kunci dalam perjuangan Palestina dan menandatangani Perjanjian Oslo pada tahun 1993.

2. Leila Khaled

Anggota Front Popular untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang terkenal karena terlibat dalam penculikan pesawat pada tahun 1969 dan 1970 sebagai bentuk perlawanan.

3. Marwan Barghouti

Anggota Fatah yang menjadi tokoh sentral selama Intifada Kedua dan dianggap sebagai pemimpin pembebasan Palestina. Ia saat ini dipenjara oleh Israel.

4. Ahmed Yassin
Salah satu pendiri dan pemimpin Hamas, gerakan Islam di Palestina. Yassin dikenal sebagai figur penting dalam perlawanan terhadap pendudukan Israel.

5. George Habash

Pendiri Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP). Habash memainkan peran utama dalam menyatukan kelompok-kelompok Palestina di bawah payung PLO.

6. Khalil al-Wazir (Abu Jihad)
Salah satu pendiri Fatah dan dekat dengan Yasser Arafat. Al-Wazir memimpin operasi militer dan intelijen untuk PLO dan dianggap sebagai salah satu arsitek strategi perlawanan.

7. Rima Khalaf
Aktivis dan mantan eksekutif senior Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memainkan peran penting dalam advokasi hak Palestina di tingkat internasional.

8. Hanan Ashrawi
Pembela hak asasi manusia dan salah satu juru bicara Palestina yang aktif di kancah internasional.
Nama-nama ini mencerminkan keragaman dan peran berbagai individu dalam perjuangan sejarah Palestina melawan pendudukan dan ketidaksetaraan.

GAZA - Presiden Palestina Mahmoud Abbas, 88 tahun, dianggap kurang responsif terhadap meningkatnya ketidakpuasan rakyat Palestina dan kemarahan Israel terhadap serangan yang dilakukan oleh Hamas pada 7 Oktober lalu. Serangan ini dinilai hanya semakin memperburuk situasi yang sudah tegang.

Setelah serangan roket terhadap sebuah rumah sakit di Gaza yang memicu kemarahan baru, ratusan warga Palestina turun ke jalan dalam demonstrasi. Mereka menuntut mundurnya Abbas sebelum akhirnya dibubarkan oleh aparat keamanan.

Abbas telah memimpin Otoritas Palestina (PA) selama 18 tahun, namun wewenangnya terbatas di Tepi Barat, dan ia tidak memiliki kendali atas Gaza. Gaza telah berada di bawah pemerintahan Hamas sejak tahun 2007 setelah mereka menggulingkan otoritas Palestina dengan kekerasan.

Di lingkungan internasional, Abbas tetap komitmen terhadap janji yang belum terlaksana dari Perjanjian Oslo tahun 1993. Perjanjian ini dimaksudkan sebagai tahap awal menuju pendirian negara Palestina yang merdeka, tetapi perundingan telah terhenti selama lebih dari satu dekade.
Dilansir dari france24.com, Abbas terbatas dalam upayanya untuk menghadapi ekspansi pemukiman Israel yang pesat dan pengendalian militer Israel di Tepi Barat serta aneksasi Yerusalem Timur, yang semuanya telah diduduki sejak tahun 1967. Hal ini menghancurkan kesatuan wilayah Palestina yang seharusnya ada.

Tindakan kekerasan terhadap warga sipil Palestina oleh pemukim Israel dan konflik antara tentara Israel dan kelompok bersenjata Palestina terus meningkat. Situasi semakin memburuk setelah pemerintahan sayap kanan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dibentuk pada bulan Desember.

Menurut Ubai Al-Aboudi, Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Bisan yang berbasis di Israel, Abbas memasang harapan pada dukungan komunitas internasional dengan keyakinan bahwa tekanan ini akan mendorong Israel untuk mengakhiri pendudukan wilayah tersebut dan mengizinkan pembentukan negara Palestina.

0 Comments

Dapatkan Update Pilihan dan Terbaru Setiap hari dari Ratna Susanti. Temukan kami di Google News, caranya klik DI SINI

© Copyright 2024 - Dwi Ratna Susanti All Right Reserved